PEMBUATAN ES
KRIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH

Makalah ini diajukan
sebagai tugas Praktikum Penyuluhan
Kelompok F 3
Disusun
oleh :
Haris Setiawan 115050107111008
Nevi Mufaridah B. 115050113111020
Nur Kholis Teguh 125050100111102
Kartika Dewi Yoga 125050100111105
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
BAB
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jahe (Zingeber officinale Rosc) termasuk salah satu komoditas pertanian
berupa tanaman rempah yang mempunyai nilai sosial dan ekonomi yang cukup
tinggi. Tanaman rimpang ini berupa batang semu, beralur, berwarna hijau, dan
memiliki tinggi sekitar 30-60 cm. jahe dapat tumbuh di daerah tropis dan sub
tropis (Budi, 2009). Di Indonsia jahe dapat ditemukan di daerah Bengkulu,
Bogor, Yogyakarta, dan beberapa daerah di Jawa Timur. Daerah Jawa Timur yang
menjadi sentral penghasil jahe adalah di daerah Malang tepatnya di desa Tangkilsari,
Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.
Direktorat Kesehatan Republik
Indonesia (1981) menjelaskan bahwa komposis jahe segar per 100 gr mengandung
kalori 51 kal, protein 1,5 gr, lemak 1 gr, karbohidrat 10,1 gr, dan kalsium 21
mg. Rimpang jahe (Rhizoma) mengandung beberapa komponen kimia antar lain air, serat
kasar, pati, minyak atsiri, oleoresin, dan abu. Jumlah masing-masing komponen
pada jahe tergantung daerah penghasilnya, karena adanya perbaikan iklim, curah
hujan, keadaaan tanah, dan lingkungan.
Sejak lama jahe dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.
Misalnya jahe digunakan dalam masakan dapat menghilangkan bau amis. Karena rasa jahe yang dominan pedas
dikarenakan senyawa keton bernama zingeron. Selain itu jahe juga sangat
bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita sebagai obat
tradisional. Jahe segar dapat digunakan langsung sebagai obat. Irisan jahe juga
dapat digunakan untuk melapangkan tenggorokan. Penyajian lainnya dapat
dikonsumsi dengan disedu atau dibuat minuman. Jahe memliki khasiat menghalau
serangan angin, mengaktifkan sirkulasi darah dalam tubuh, dan menghangatkan
tubuh (Budi, 2009).
Pada umumnya, masyarakat sekitar
desa Tangkilsari mengolah jahe menjadi minuman penghangat atau sebagai rempah
untuk memasak. Masih sedikit pengetahauan masyarakat Tajinan untuk mengolah
jahe menjadi produk olahan dalam bentuk kemasan untuk meningkatkan sumber
pendapatan daerah. Penyuluh disini tertarik untuk mengkreasikan ekstrak jahe
sebagai bahan dalam pembuatan es krim. Apabila kedua bahan ini dijadikan satu, maka akan terciptanya rasa yang baru.
Berdasarkan latar belakang di atas, penyuluh
menjadi tertarik untuk mengembangkan es krim rasa jahe, disamping karena
rasanya yang tergolong baru juga memiliki khasiat baik untuk tubuh manusia.
1.2 Rumusan
Masalah
Keberadaan tanaman jahe yang
berlimpah ruah di desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan Malang belum tersentuh
oleh teknologi modern yang dapat mengolahnya menjadi produk pangan yang
ekonomis. Pembuatan es krim dengan penambahan ekstrak jahe memiliki khasiat
yang bermanfaat bagi tubuh.
1.3 Tujuan
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan
untuk : menginformasikan teknologi baru dalam pengolahan jahe yang cukup simple, cara pembuatan es
krim berbahan susu dan ekstrak jahe, khasiat dari jahe, dan sistem pendistribusian ke konsumen sehingga
dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Tajinan Malang.
1.4 Manfaat
Setelah penyuluhan pembuatan es krim
dengan bahan susu dan ekstrak jahe dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan
daya inovasi masyarakat Tajinan Malang untuk mengembangkan atau memanfaatkan
tanaman jahe menjadi produk olahan lain yang ekonomis.
BAB II. GAMBARAN UMUM
KEGIATAN PENYULUHAN
2.1 Gambaran Umum Kegiatan Penyuluhan
Indonesia merupakan salah satu
negara Agraris yang memiliki daerah pertanian serta peternakan yang tersebar di
seluruh penjuru daerah. Di Kabupaten Malang sendiri memiliki sentra peternakan
yang maju. Sentra peternakan ini menghasilkan berbagai hasil, salah satunya
adalah Susu. Hal ini ditambahkan oleh
Wardana (2012), bahwa bau dari susu sendiri berasal dari kandungan lemak yang
ada didalamnya. Sehingga Saleh (2004), menyatakan bahwa bau susu dipengaruhi
oleh sifat lemak susu yang mudah menyerap bau disekitarnya. Menurut Legowo (2002),
flavor dari susu dapat saja berkurang akibat dari absorbsi bau yang menonjol
dan tajam oleh susu, sehingga apabila bau dari susu sendiri sudah mulai
berkurang atau malah berganti, masyarakat cenderung tidak mengkonsumsinya. Oleh
karena itu diperlukan suatu pengolahan untuk mengurangi atau bahkan
menghilangkan bau yang kurang enak tersebut, sehingga masyarakat mau untuk
mengkonsumsi susu.
Selain dikenal dengan peternakannya, Kabupaten
Malang sendiri juga terkenal dengan sentra pertanian dan perkebunannya.
Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang merupakan daerah sentra penghasil Jahe. Menurut Darmanti (2006), mengatakan bahwa jahe merupakan
salah satu komoditi tanaman obat yang berpotensi sebagai bumbu masak, obat
tradisional, serta bahan baku makanan dan minuman. Rimpang
Jahe sendiri, menurut Prasetyo (2010),
memiliki banyak sekali kegunaan dalam hal bumbu makan, kosmetik, bahan obat
obatan, dll. Selain itu, khasiat dari Jahe yang paling khas adalah menghangatkan badan,
serta dapat menghilangkan bau akibat dari kandungan didalamnya. yaitu kandungan
zat zingiberen dan zingiberol yang terdapat didalam minyak atsiri dari Jahe
(Edy, 2012). Selain itu juga, khasiat dari Jahe sendiri memiliki berbagai
khasiat yang penting bagi tubuh. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan suatu
upaya penyuluhan tentang pengolahan susu dengan jahe, sehingga dapat
menghilangkan bau yang tidak sedap serta meningkatkan kemauan masyarakat akan
konsumsi susu, dalam bentuk ice cream.
2.2 Gambaran
Umum Masyarakat Sasaran
Di
Kecamatan Tajinan sendiri, terutama di desa Tangkilsari, sebagian besar
penduduknya menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian (tani, buruh
tani, peternakan, perikanan). Salah satu hasil yang menonjol sendiri adalah
pertanian jahe. Menurut data dari BPS (2012) sendiri, angka beban
ketergantungannya sendiri mencapai sekitar 46,66 %, angka ini dikata sudah
cukup baik, namun pada kenyataannya sendiri secara ekonomis dilapang bergantung
terhadap sumber daya yang dimiliki. Hal ini mengacu pada data dari Kecamatan Tajinan
sendiri, bahwa tahun 2012, pegawai karyawan dari Kecamatan Tajinan sendiri
mencapai 3095 KK, lebih sedikit dibanding dengan pekerja sektor pertanian yang
mencapai 4590 KK.
Tingkat pendidikan dari setiap
keluarga maupun masyarakat yang menghuni didaerah Desa Tangkilsari, Kecamatan
Tajinan, sebagian besarnya adalah Lulusan SMA, dan hampir semua dari penduduk
pada desa Tangkilsari menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Dengan ketergantungan akan sistem
pertanian ini, maka untuk memperbarui pangsa pasar dari produk pertanian yang
dihasilkan merupakan salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan
kesejahteraaan masyarakat secara ekonomis. Salah satu produk dari Desa
Tangkilsari, kecamatan Tajinan sendiri adalah dengan adanya pertanian Jahe. Pangsa
pasar dari Jahe sendiri belum cukup besar, sebagian besar hanya untuk tanaman
obat, atau bahkan bahan jamu jamuan yang kini mulai dianggap sebelah mata oleh
masyarakat sekitar. Untuk meningkatkan pangsa pasar dari Jahe ini, dibutuhkan
berbagai cara yang tepat, selain untuk nilai ekonomis, juga masih tetap menjaga
kualitas dari fungsi serta khasiat dari tanaman Jahe sendiri.
Ice cream dengan ekstrak jahe,
merupakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ekonomis dari penduduk
dan masyarakat sekitar, terutama untuk para petani Jahe. Selain dengan mudah
didapatkannya susu segar, serta pengolahannya yang mudah, khasiat dari Jahe
sendiri tetap ada dan masih bisa dirasakan oleh khalayak umum, serta dapat
menghilangkan bau bau yang tidak sedap
yang mengendap yang berasal dari berbagai akibat.
BAB III. METODE
PENYULUHAN
3.1 METODE PELAKSANAAN
Persiapan
Kegiatan
a.
Perijinan
Penyerahan surat ijin untuk mengadakan penyuluhan
diberikan kepada penduduk setempat yang diwakili oleh tokoh masyarakat di
daerah tersebut seperti Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, serta Ketua RT setempat.
b.
Proses Perijinan
Ø Surat perijinan untuk mengadakan penyuluhan pertama kali diserahkan
Kepala Desa setempat,
Ø Surat perijinan kedua diserahkan kepada Kepala Dusun setempat yang
sebelumnya telah disetujui oleh Kepala Desa,
Ø Surat perijinan ketiga diserahkan kepada Ketua RW setempat yang
telah disetujui oleh Kepala Dusun,
Ø
Surat perijinan keempat
diserahkan kepada Ketua RT setempat yang telah disetujui oleh Ketua RW.
Pelaksanaan Kegiatan
Setelah mendapat persetujuan melalui
surat ijin dari tokoh masyarakat yang terkait dan diperoleh data calon peserta,
maka dilaksanakan sosialisasi program penyuluhan tentang pembuatan eskrim
dengan penambahan ekstrak jahe di desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan Kabupaten
Malang. Kegiatan ini akan dilaksanankan pada bulan Januari sampai dengan
Februari di Balai Desa setempat sesuai
dengan persetujuan dari seluruh pihak yang terkait.
3.2 GAMBARAN TEKNOLOGI
Susu yang
penyimpanannya tidak higienis atau proses pemerahan yang tidak sesuai prosedur
dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini terjadi karena susu mudah sekali menyerap
bau yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan yang tepat agar susu dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
Produk yang kami usung ini berbahan dasar susu yaitu pembuatan es krim dengan
penambahan ekstrak jahe. Diharapkan dengan pembuatan produk ini dapat
meningkatkan konsumsi susu.
Es krim merupakan
produk olahan susu yang banyak digemari oleh masyarakat, terutama oleh anak-anak, remaja, dan bahkan orang tua juga gemar mengkonsumsi es krim. Dikarenakan oleh rasanya yang enak, serta segar.
Menurut Rahmawati (2013), Nilai gizi eskrim sangat bergantung pada bahan bahan
pembuatannya.
Untuk pembuatan es
krim dengan
penambahan jahe sendiri, ada beberapa
tahap yang
perlu dilakukan. Menurut Putri (2014), step yang dilakukan adalah :
-
Menyiapkan susu
yang dibutuhkan, lebih baik bila dipasteurisasi terlebih dahulu dengan suhu 70oC
selama 2 menit.
-
Didinginkan
sampai suhu susu menjadi 40oC, lalu dicampur dengan gula pasir,
dikocok.
-
Ditambahkan
whipped cream, garam, air serta ekstrak jahe secukupnya, mixer selama 5 menit.
-
Adonan yang
telah jadi dipindah ke wadah, lalu di freezer dengan suhu 1oC selama
24 jam, lalu dibuihkan dengan mixer selama 5 menit.
3.3 JADWAL KEGIATAN PROGRAM
No
|
Kegiatan
|
Waktu
|
||||||||||||||||
Bulan ke-1
|
Bulan ke-2
|
|||||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||||||||||
1
|
Pengamatan pada
masyarakat sasaran
|
ü
|
ü
|
|||||||||||||||
2
|
Menyiapkan peraltan
da bahan
|
ü
|
ü
|
ü
|
||||||||||||||
3
|
Pelatihan pada
masyarakat sasaran
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|||||||||||||
4
|
Evaluasi program
|
ü
|
ü
|
ü
|
||||||||||||||
5
|
Membuat laporan
|
ü
|
ü
|
ü
|
||||||||||||||
3.3
MEDIA PENYULUHAN
a.
Flow chart
Media ini digunakan sebagai penjelasan secara singkat
tentang tahapan atau alur pelaksanaan pembuatan es krim dengan penambahan
ekstrak jahe.
b.
Poster / Banner
Media ini digunakan sebagai daya tarik dengan kata –
kata iklan yang tercantum di dalamnya, sehingga para konsumen atau masyarakat
sekitar desa Tangkilsari akan mudah untuk mengingat.
c.
Pemutaran Video
Video ini berisi tentang pembuatan es krim dengan
penambahan ektrak jahe, sehingga secara langsung dapat memperhatikan proses
pembuatan es krim jahe.
DAFTAR PUSTAKA
Budi, Faleh S. 2009. Pengambilan Oleoresin
Dari Ampas Jahe (Hasil Samping Penyulingan Minyak Jahe) Dengan Proses
Ekstraksi. Junrnal Teknik, vol. 30, no. 3, pp. 156-159.
BPS. 2012. Kecamatan
Tajinan pada tahun 2012, viewed 11 May 2014 < http://malangkab.bps.go.id/data/publikasi/publikasi_64/publikasi/files/search/searchtext.xml>
Darmanti, Sri dkk. 2006.
Penanaman Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Rubrum) pada Media Tanam Pasir
dengan Salinitas yang Berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi. Vol 14 (2). Hal
19 – 29.
Direktorat Kesehatan Republik Indonesia.
1981
Edy. 2012. Bab II :
Tinjauan Pustaka. Seminar Hasil Penelitian.
Legowo, Anang Mohammad.
2002. Sifat Kimiawi, Fisik, dan Mikrobiologis Susu. Diktat. Hal 1 – 53
Prasetyo, Susiana dan
Afilia Sinta Cantawinata. 2010. Pengaruh Temperatur, Rasio Bubuk Jahe Kering
dengan Etanol, dan Ukuran Bubuk Jahe Kering terhadap Ekstraksi Oleoresin Jahe
(Zingiber officinale, Roscoe). Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. Hal 1 – 7
Putri, Madarury Kartika
Eka. 2014. Penambahan Puree Sukun (Artocarpus altilis F) pada Pembuatan Es Krim
Ditinjau dari Sifat Fisik dan Kandungan Gizi. E-journal Boga. Vol 3 (1). Hal
308 – 315
Rahmawati, Reni Dwi dan
Djalal Rosyidi. 2013. Tingkat Penambahan Bahan Pengembang pada Pembuatan Es
Krim Instan Ditinjau dari Mutu Organoleptik dan Tingkat Kelarutan. Hal 1 - 9
Saleh, Eniza. 2004. Dasar
Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Artikel. Hal 1 – 24.
Wardana, Agung Setya.
2012. Teknologi Pengolahan Hasil Susu. Hal 1 – 67

Tidak ada komentar:
Posting Komentar