Kamis, 15 Mei 2014

PEMBUATAN ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH

Seperti yang kita tahu, Susu merupakan salah satu hasil ternak yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Susu mudah meresap bau yang ada disekitar, hal ini diakibatkan dari kandungan lemak susu yang cenderung mengabsorbsi bau bau yang ada disekitar. oleh karena itu, perlu suatu metode untuk menghilangkan bau yang tidak sedap, dengan berbagai pengolahan, salah satunya yaitu dengan membuat Eskrim dengan penambahan Ekstrak Jahe, hal ini terangkum dalam materi penyuluhan kami, yakni " PEMBUATAN ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH" 


PEMBUATAN ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH
LOGO-UB-F-APET.jpg





Makalah ini diajukan sebagai tugas Praktikum Penyuluhan
Kelompok F 3
Disusun oleh :
                        Haris Setiawan                                    115050107111008
Nevi Mufaridah B.                              115050113111020
Nur Kholis Teguh                               125050100111102
Kartika Dewi Yoga                             125050100111105


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014



BAB I. PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Jahe (Zingeber officinale Rosc) termasuk salah satu komoditas pertanian berupa tanaman rempah yang mempunyai nilai sosial dan ekonomi yang cukup tinggi. Tanaman rimpang ini berupa batang semu, beralur, berwarna hijau, dan memiliki tinggi sekitar 30-60 cm. jahe dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis (Budi, 2009). Di Indonsia jahe dapat ditemukan di daerah Bengkulu, Bogor, Yogyakarta, dan beberapa daerah di Jawa Timur. Daerah Jawa Timur yang menjadi sentral penghasil jahe adalah di daerah Malang tepatnya di desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan  Kabupaten Malang.
Direktorat Kesehatan Republik Indonesia (1981) menjelaskan bahwa komposis jahe segar per 100 gr mengandung kalori 51 kal, protein 1,5 gr, lemak 1 gr, karbohidrat 10,1 gr, dan kalsium 21 mg.  Rimpang jahe (Rhizoma) mengandung beberapa komponen kimia antar lain air, serat kasar, pati, minyak atsiri, oleoresin, dan abu. Jumlah masing-masing komponen pada jahe tergantung daerah penghasilnya, karena adanya perbaikan iklim, curah hujan, keadaaan tanah, dan lingkungan.
Sejak lama jahe dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Misalnya jahe digunakan dalam masakan dapat menghilangkan bau amis. Karena rasa jahe yang dominan pedas dikarenakan senyawa keton bernama zingeron. Selain itu jahe juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita sebagai obat tradisional. Jahe segar dapat digunakan langsung sebagai obat. Irisan jahe juga dapat digunakan untuk melapangkan tenggorokan. Penyajian lainnya dapat dikonsumsi dengan disedu atau dibuat minuman. Jahe memliki khasiat menghalau serangan angin, mengaktifkan sirkulasi darah dalam tubuh, dan menghangatkan tubuh (Budi, 2009).
Pada umumnya, masyarakat sekitar desa Tangkilsari mengolah jahe menjadi minuman penghangat atau sebagai rempah untuk memasak. Masih sedikit pengetahauan masyarakat Tajinan untuk mengolah jahe menjadi produk olahan dalam bentuk kemasan untuk meningkatkan sumber pendapatan daerah.  Penyuluh  disini tertarik untuk mengkreasikan ekstrak jahe sebagai bahan dalam pembuatan es krim. Apabila kedua bahan ini dijadikan  satu, maka akan terciptanya rasa yang baru.
 Berdasarkan latar belakang di atas, penyuluh menjadi tertarik untuk mengembangkan es krim rasa jahe, disamping karena rasanya yang tergolong baru juga memiliki khasiat baik untuk tubuh manusia.
1.2       Rumusan Masalah
            Keberadaan tanaman jahe yang berlimpah ruah di desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan Malang belum tersentuh oleh teknologi modern yang dapat mengolahnya menjadi produk pangan yang ekonomis. Pembuatan es krim dengan penambahan ekstrak jahe memiliki khasiat yang bermanfaat bagi tubuh.
1.3       Tujuan
            Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk : menginformasikan teknologi baru dalam pengolahan  jahe yang cukup simple, cara pembuatan es krim berbahan susu dan ekstrak jahe, khasiat dari jahe, dan  sistem pendistribusian ke konsumen sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Tajinan Malang.
1.4       Manfaat
            Setelah penyuluhan pembuatan es krim dengan bahan susu dan ekstrak jahe dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan daya inovasi masyarakat Tajinan Malang untuk mengembangkan atau memanfaatkan tanaman jahe menjadi produk olahan lain yang ekonomis. 




BAB II. GAMBARAN UMUM KEGIATAN PENYULUHAN

2.1     Gambaran Umum Kegiatan Penyuluhan
Indonesia merupakan salah satu negara Agraris yang memiliki daerah pertanian serta peternakan yang tersebar di seluruh penjuru daerah. Di Kabupaten Malang sendiri memiliki sentra peternakan yang maju. Sentra peternakan ini menghasilkan berbagai hasil, salah satunya adalah Susu. Hal ini ditambahkan oleh Wardana (2012), bahwa bau dari susu sendiri berasal dari kandungan lemak yang ada didalamnya. Sehingga Saleh (2004), menyatakan bahwa bau susu dipengaruhi oleh sifat lemak susu yang mudah menyerap bau disekitarnya. Menurut Legowo (2002), flavor dari susu dapat saja berkurang akibat dari absorbsi bau yang menonjol dan tajam oleh susu, sehingga apabila bau dari susu sendiri sudah mulai berkurang atau malah berganti, masyarakat cenderung tidak mengkonsumsinya. Oleh karena itu diperlukan suatu pengolahan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan bau yang kurang enak tersebut, sehingga masyarakat mau untuk mengkonsumsi susu.
 Selain dikenal dengan peternakannya, Kabupaten Malang sendiri juga terkenal dengan sentra pertanian dan perkebunannya. Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang merupakan daerah sentra penghasil Jahe. Menurut Darmanti (2006), mengatakan bahwa jahe merupakan salah satu komoditi tanaman obat yang berpotensi sebagai bumbu masak, obat tradisional, serta bahan baku makanan dan minuman. Rimpang Jahe sendiri, menurut Prasetyo (2010), memiliki banyak sekali kegunaan dalam hal bumbu makan, kosmetik, bahan obat obatan, dll. Selain itu, khasiat dari Jahe yang paling khas adalah  menghangatkan badan, serta dapat menghilangkan bau akibat dari kandungan didalamnya. yaitu kandungan zat zingiberen dan zingiberol yang terdapat didalam minyak atsiri dari Jahe (Edy, 2012). Selain itu juga, khasiat dari Jahe sendiri memiliki berbagai khasiat yang penting bagi tubuh. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan suatu upaya penyuluhan tentang pengolahan susu dengan jahe, sehingga dapat menghilangkan bau yang tidak sedap serta meningkatkan kemauan masyarakat akan konsumsi susu, dalam bentuk ice cream.

2.2       Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
            Di Kecamatan Tajinan sendiri, terutama di desa Tangkilsari, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup mereka pada sektor pertanian (tani, buruh tani, peternakan, perikanan). Salah satu hasil yang menonjol sendiri adalah pertanian jahe. Menurut data dari BPS (2012) sendiri, angka beban ketergantungannya sendiri mencapai sekitar 46,66 %, angka ini dikata sudah cukup baik, namun pada kenyataannya sendiri secara ekonomis dilapang bergantung terhadap sumber daya yang dimiliki. Hal ini mengacu pada data dari Kecamatan Tajinan sendiri, bahwa tahun 2012, pegawai karyawan dari Kecamatan Tajinan sendiri mencapai 3095 KK, lebih sedikit dibanding dengan pekerja sektor pertanian yang mencapai 4590 KK.
Tingkat pendidikan dari setiap keluarga maupun masyarakat yang menghuni didaerah Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, sebagian besarnya adalah Lulusan SMA, dan hampir semua dari penduduk pada desa Tangkilsari menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Dengan ketergantungan akan sistem pertanian ini, maka untuk memperbarui pangsa pasar dari produk pertanian yang dihasilkan merupakan salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraaan masyarakat secara ekonomis. Salah satu produk dari Desa Tangkilsari, kecamatan Tajinan sendiri adalah dengan adanya pertanian Jahe. Pangsa pasar dari Jahe sendiri belum cukup besar, sebagian besar hanya untuk tanaman obat, atau bahkan bahan jamu jamuan yang kini mulai dianggap sebelah mata oleh masyarakat sekitar. Untuk meningkatkan pangsa pasar dari Jahe ini, dibutuhkan berbagai cara yang tepat, selain untuk nilai ekonomis, juga masih tetap menjaga kualitas dari fungsi serta khasiat dari tanaman Jahe sendiri.
Ice cream dengan ekstrak jahe, merupakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ekonomis dari penduduk dan masyarakat sekitar, terutama untuk para petani Jahe. Selain dengan mudah didapatkannya susu segar, serta pengolahannya yang mudah, khasiat dari Jahe sendiri tetap ada dan masih bisa dirasakan oleh khalayak umum, serta dapat menghilangkan bau bau yang tidak sedap  yang mengendap yang berasal dari berbagai akibat.
 



















BAB III. METODE PENYULUHAN


3.1     METODE PELAKSANAAN
Persiapan Kegiatan
a.       Perijinan
Penyerahan surat ijin untuk mengadakan penyuluhan diberikan kepada penduduk setempat yang diwakili oleh tokoh masyarakat di daerah tersebut seperti Kepala Desa, Kepala Dusun,  Ketua RW, serta Ketua RT setempat.
b.      Proses Perijinan
Ø  Surat perijinan untuk mengadakan penyuluhan pertama kali diserahkan Kepala Desa setempat,
Ø  Surat perijinan kedua diserahkan kepada Kepala Dusun setempat yang sebelumnya telah disetujui oleh Kepala Desa,
Ø  Surat perijinan ketiga diserahkan kepada Ketua RW setempat yang telah disetujui oleh Kepala Dusun,
Ø  Surat perijinan keempat diserahkan kepada Ketua RT setempat yang telah disetujui oleh Ketua RW.
Pelaksanaan Kegiatan
Setelah mendapat persetujuan melalui surat ijin dari tokoh masyarakat yang terkait dan diperoleh data calon peserta, maka dilaksanakan sosialisasi program penyuluhan tentang pembuatan eskrim dengan penambahan ekstrak jahe di desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Kegiatan ini akan dilaksanankan pada bulan Januari sampai dengan Februari di Balai Desa  setempat sesuai dengan persetujuan dari seluruh pihak yang terkait.




3.2     GAMBARAN TEKNOLOGI
Susu yang penyimpanannya tidak higienis atau proses pemerahan yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini terjadi karena susu mudah sekali menyerap bau yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan yang tepat agar susu dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Produk yang kami usung ini berbahan dasar susu yaitu pembuatan es krim dengan penambahan ekstrak jahe. Diharapkan dengan pembuatan produk ini dapat meningkatkan konsumsi susu.
Es krim merupakan produk olahan susu yang banyak digemari oleh masyarakat, terutama oleh anak-anak, remaja, dan bahkan orang tua juga gemar mengkonsumsi es krim. Dikarenakan oleh rasanya yang enak, serta segar. Menurut Rahmawati (2013), Nilai gizi eskrim sangat bergantung pada bahan bahan pembuatannya.
Untuk pembuatan es krim dengan penambahan jahe sendiri, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Menurut Putri (2014), step yang dilakukan adalah :
-          Menyiapkan susu yang dibutuhkan, lebih baik bila dipasteurisasi terlebih dahulu dengan suhu 70oC selama 2 menit.
-          Didinginkan sampai suhu susu menjadi 40oC, lalu dicampur dengan gula pasir, dikocok.
-          Ditambahkan whipped cream, garam, air serta ekstrak jahe secukupnya, mixer selama 5 menit.
-          Adonan yang telah jadi dipindah ke wadah, lalu di freezer dengan suhu 1oC selama 24 jam, lalu dibuihkan dengan mixer selama 5 menit.








3.3       JADWAL KEGIATAN PROGRAM
No
Kegiatan
Waktu

Bulan ke-1




Bulan ke-2

1
2
3
4
1
2
3
4
1
Pengamatan pada masyarakat sasaran
ü  
ü  






2
Menyiapkan peraltan da bahan

ü  
ü  
ü  




3
Pelatihan pada masyarakat sasaran


ü  
ü  
ü  
ü  


4
Evaluasi program



ü  


ü  

ü  
5
Membuat laporan





ü  
ü  
ü  


3.3              MEDIA PENYULUHAN
Media penyuluhan yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut :
a.       Flow chart
Media ini digunakan sebagai penjelasan secara singkat tentang tahapan atau alur pelaksanaan pembuatan es krim dengan penambahan ekstrak jahe.
b.      Poster / Banner
Media ini digunakan sebagai daya tarik dengan kata – kata iklan yang tercantum di dalamnya, sehingga para konsumen atau masyarakat sekitar desa Tangkilsari akan mudah untuk mengingat.
c.       Pemutaran Video
Video ini berisi tentang pembuatan es krim dengan penambahan ektrak jahe, sehingga secara langsung dapat memperhatikan proses pembuatan es krim jahe. 

DAFTAR PUSTAKA
Budi, Faleh S. 2009. Pengambilan Oleoresin Dari Ampas Jahe (Hasil Samping Penyulingan Minyak Jahe) Dengan Proses Ekstraksi. Junrnal Teknik, vol. 30, no. 3, pp. 156-159.
BPS. 2012. Kecamatan Tajinan pada tahun 2012, viewed 11 May 2014 < http://malangkab.bps.go.id/data/publikasi/publikasi_64/publikasi/files/search/searchtext.xml>
Darmanti, Sri dkk. 2006. Penanaman Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Rubrum) pada Media Tanam Pasir dengan Salinitas yang Berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi. Vol 14 (2). Hal 19 – 29.
Direktorat Kesehatan Republik Indonesia. 1981
Edy. 2012. Bab II : Tinjauan Pustaka. Seminar Hasil Penelitian.
Legowo, Anang Mohammad. 2002. Sifat Kimiawi, Fisik, dan Mikrobiologis Susu. Diktat. Hal 1 – 53
Prasetyo, Susiana dan Afilia Sinta Cantawinata. 2010. Pengaruh Temperatur, Rasio Bubuk Jahe Kering dengan Etanol, dan Ukuran Bubuk Jahe Kering terhadap Ekstraksi Oleoresin Jahe (Zingiber officinale, Roscoe). Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. Hal 1 – 7
Putri, Madarury Kartika Eka. 2014. Penambahan Puree Sukun (Artocarpus altilis F) pada Pembuatan Es Krim Ditinjau dari Sifat Fisik dan Kandungan Gizi. E-journal Boga. Vol 3 (1). Hal 308 – 315
Rahmawati, Reni Dwi dan Djalal Rosyidi. 2013. Tingkat Penambahan Bahan Pengembang pada Pembuatan Es Krim Instan Ditinjau dari Mutu Organoleptik dan Tingkat Kelarutan. Hal 1 - 9
Saleh, Eniza. 2004. Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Artikel. Hal 1 – 24.

Wardana, Agung Setya. 2012. Teknologi Pengolahan Hasil Susu. Hal 1 – 67

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment

handapeunpost